Tips Memilih Aki Mobil
Smart on Battery
1. Sebelum membeli Aki
Sebagian besar kendaraan bermotor yang berasal dari Asia menggunakan Aki dengan standar Japanese Industrial Standards (JIS). Sementara hampir semua kendaraan bermotor yang berasal dari Eropa menggunakan Aki dengan standar Deutch Industrie Normug (DIN). Anda dapat mencocokkan kedua standar tersebut dengan kendaraan Anda dengan mudah melalui halaman Spesifikasi Aki kami.
Hal-hal apa yang Anda harus tahu saat Anda memerlukan Aki baru?
- Tipe: Apa tipe Aki (JIS, DIN atau yang lain) asli kendaraan Anda? Berapa Voltase dan Amper yang Anda butuhkan?
- Tenaga: Seberapa tinggi Cold Cranking Amps (CCA) yang dibutuhkan untuk menghidupkan kendaraan Anda.
- Ukuran: Bagaimana dimensi (Panjang, lebar, dan tinggi total) Aki asli Anda?
- Garansi: Seberapa lama garansi yang diperlukan kendaraan Anda?
~ Berat Aki tidak menjamin performa kerjanya. Beberapa orang berpikir bahwa lebih berat lebih baik. Performa sebuah Aki lebih banyak ditentukan oleh kadar kemurnian timah yang digunakan di dalamnya.
2. Pelepasan dan Pemasangan Aki
Alat dan Material: 1. Aki baru 2. 1 unit kunci pas berukuran 10 mm dan 1 unit kunci pas berukuran 12 mm 3. Obeng 4. Sikat kawat 5. Minyak gemuk 6. Pelindung wajah 7. Sarung tangan | ||
| Instruksi | ||
1 | Kenakan sarung tangan dan pelindung wajah, karena Asam Sulfat berbahaya jika berkontak langsung dengan mata dan kulit. Lakukan prosedur ini di tempat terbuka atau tempat dengan ventilasi yang baik, jauh dari sumber api ataupun panas. | |
2 | ![]() | Hal yang pertama, tandai dan catat kabel terminal (+) dan (-), dan ingatlah posisi Aki, sehingga Anda tidak salah dalam melakukan pemasangan kabel pada Aki yang baru nantinya. Matikan semua alat kelistrikan dan benda elektronik yang ada di kendaraan Anda. |
3 | ![]() | Selalu lepas kabel negatif (-) terlebih dahulu (pada beberapa kendaraan tipe lama, arde-nya adalah kabel positif), diikuti dengan melepaskan kabel positif (+). Hal ini perlu untuk mencegah dan meminimalisasi adanya arus pendek. Lepaskan Aki dari semua sekrup penahan di bagian bawahnya. Dengan perlahan pindahkan Aki lama anda dari kendaraan. (Jangan menjatuhkan Aki lama anda, karena hal ini bisa membuat Aki meledak atau retak). Buang atau amankan Aki lama Anda pada tempat yang aman (atau serahkan pada toko daur ulang). |
4 | ![]() | Cek kabel-kabel, klem-klem dan tempat Aki, dan hilangkan korosi pada alat-alat koneksi pada Aki tersebut menggunakan sikat kawat dan soda kue (hanya jika diperlukan). Keringkan dengan baik. Pembersihan ini dimaksudkan untuk menjamin koneksi listrik yang baik. |
5 | Letakkan dengan hati-hati Aki yang baru pada tempatnya*, pastikan posisi terminal sama persis dengan posisi terminal Aki yang lama (poin no. 2) dan sesuai dengan kabel koneksi. Tertukarnya posisi terminal Aki dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kelistrikan kendaraan dan terlebih lagi, hal ini dapat menyebabkan meledaknya Aki. | |
6 | ![]() | Eratkan semua penahan Aki (jika ada). |
7 | ![]() | Hubungkan kabel positif terlebih dahulu, diikuti dengan kabel negatif. Eratkan kabel pada terminal, namun jangan terlampau erat, karena dapat menyebabkan kerusakan dan kebocoran pada kotak Aki. Lapisi kedua terminal dan klem-klemnya dengan minyak gemuk untuk menghindari korosi. Pasang kembali klem-klem dan penutup terminal. |
8 | Pelepasan dan pemasangan Aki telah selesai. Untuk memastikan bahwa Aki Anda terpasang dengan baik, nyalakan kendaraan Anda. | |
* | ![]() | Jika Anda menggunakan Aki basah (harus menggunakan Elektrolit), pastikan bahwa Aki Anda benar-benar baru. Buka segel yang ada pada lubang pengisian elektrolit pada tutup atau bagian atas Aki, dan isilah dengan cairan Asam Sulfat yang baik (dengan berat jenis 1,260). Tingkat ketinggian elektrolit seharusnya tidak lebih tinggi dari garis pembatas “Upper Level” (tanda garis pembatas berada di bagian luar kotak Aki), dan seharusnya tidak lebih rendah dari garis pembatas “Lower Level”. Plat-plat (yang berada di lama Aki) harus selalu tertutupi dengan Elektrolit setiap saat. |
3. Selama Periode Perawatan
- Ketinggian elektrolit
- Perawatan terminal Aki
- Deteksi performa Aki Anda

4. Peringatan Keselamatan:
Asam Sulfat sangat berbahaya, dapat menyebabkan kulit dan mata teriritasi dan terbakar. Asam Sulfat juga dapat menyebabkan ledakan pada beberapa kasus.
Saat bekerja dengan Aki dan Elektrolit, lindungi diri Anda dengan kaca mata pelindung, dan pelindung wajah. Pakailah bahan garmen untuk melindungi wajah, tangan dan tubuh Anda.
Selain hal-hal di atas, perhatikan dengan tindakan-tindakan pencegahan di bawah ini:
- Selalu bekerja di udara terbuka atau tempat yang mempunyai ventilasi besar pada saat Anda bekerja dengan Aki.
- Pastikan tempat sekitar Anda bebas dari sumber api ataupun percikan api, bahkan rokok. Sumber Api dapat menyebabkan battery meledak.
- Selalu pastikan tutup pengisian Elektrolit tertutup erat dan tepat.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Selalu putuskan hubungan kabel negatif terlebih dahulu pada saat pelepasan Aki, dan menghubungkannya paling akhir pada saat pemasangan Aki.
- Jangan pernah bersentuhan dengan Aki pada saat pengisian aliran listrik (charging), pengetesan, atau penyetruman mesin.
- Matikan semua kelistrikan sebelum memutuskan koneksi arus listrik.
- Sebelum menggunakan alat yang dapat menghantarkan listrik (konduktor), pindahkan barang-barang yang mengandung metal yang ada pada tangan ataupun lengan (jam tangan).




